MALANG — Di tengah semakin luasnya pembahasan tentang kesehatan mental di masyarakat, ada satu pendekatan yang perlahan mulai dikenal namun belum sepenuhnya dipahami: terapi seni. Bagi sebagian orang, istilah ini masih terdengar asing. Namun di balik kesederhanaannya, terapi seni menyimpan kekuatan besar untuk menenangkan jiwa yang gelisah, memulihkan luka batin, dan membantu seseorang kembali menemukan makna hidup. Dalam wawancara eksklusif ini, Pak Hasim berbagi pandangannya yang mendalam tentang bagaimana seni dapat menjadi penolong setia dalam perjalanan pemulihan diri.
Bagi Pak Hasim, seni bukan sekadar lukisan di atas kanvas atau lagu yang dinyanyikan. Seni adalah segala sesuatu yang memiliki keindahan dan mampu menyentuh hati setiap orang dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang merasa tenang saat mendengarkan musik rock, ada pula yang justru menemukan ketenangan dalam lagu-lagu yang sedih. Tidak ada yang salah atau benar yang terpenting adalah bagaimana seni tersebut membuat seseorang merasa lebih hidup, lebih terbuka, dan lebih siap menghadapi kenyataan yang ada di depannya.
Di sinilah letak pentingnya pengenalan terhadap seni sejak dini. Sering kali kita lupa mengajarkan kepada anak-anak maupun generasi muda tentang cara menyalurkan emosi yang sehat. Saat menghadapi tekanan hidup, banyak yang merasa bingung harus berbuat apa. Padahal jika kita mengenal seni sebagai teman setia, kita akan selalu punya tempat untuk pulang. Sayangnya, hal ini masih jarang disosialisasikan dengan baik di lingkungan kita, sehingga ketika tekanan datang, banyak yang merasa sendirian dan tidak tahu ke mana harus melangkah.
Setiap orang memiliki cara unik dalam mengekspresikan perasaannya, terutama ketika kata-kata tak lagi mampu mewakili apa yang dirasakan hati. Bagi Pak Hasim, menulis adalah jalan terbaiknya. Melalui tulisan, emosi yang terpendam dapat tertuang dengan bebas, dan luka yang terasa berat perlahan menjadi lebih ringan. Begitu pula orang lain ada yang melukis, ada yang bernyanyi, ada yang bercerita. Seni menjadi jembatan yang menghubungkan dunia batin seseorang dengan dunia luar, tanpa perlu takut dinilai atau dipahami secara keliru.
Dalam proses pemulihan pasca trauma, seni tidak bisa langsung dipaksakan. Kita tidak bisa begitu saja memberikan kertas dan pensil kepada seseorang yang sedang terluka lalu memintanya berkarya. Pendekatan hati ke hati jauh lebih penting terlebih dahulu. Kita harus menemani, mendengarkan, dan mengenali apa yang benar-benar disukainya. Ketika rasa percaya sudah terbentuk, barulah seni bisa menjadi sarana penyembuhan yang luar biasa seperti melukiskan rasa sakit di atas kertas, lalu melipat dan membuangnya sebagai simbol bahwa masa lalu sudah selesai dan kita siap melangkah maju.
Seni juga mengajarkan kita untuk lebih menghargai keberagaman cara seseorang menemukan kebahagiaannya. Sering kali kita tanpa sadar meremehkan hobi atau minat orang lain menganggap sesuatu itu norak, tidak berguna, atau tidak menjanjikan. Padahal bagi orang tersebut, itulah sumber kekuatan dan ketenangannya. Meremehkan hal yang menjadi sandaran jiwa seseorang adalah bentuk kekerasan emosional yang halus namun sangat menyakitkan, dan dampaknya bisa terasa jauh lebih dalam daripada yang kita bayangkan.
Membangun pola pikir yang lebih positif melalui seni dimulai dari kebebasan menjadi diri sendiri. Seni tidak menuntut kesempurnaan, tidak menghakimi hasil, dan tidak membandingkan satu orang dengan yang lain. Di dalamnya, seseorang bebas mengekspresikan dirinya apa adanya. Ketika seseorang merasa diterima melalui karyanya, ia perlahan mulai belajar menerima dirinya sendiri. Di sinilah perubahan pola pikir terjadi bukan karena dipaksa, melainkan karena dirinya merasa cukup, berharga, dan layak untuk bahagia.
A small, independent journal about art therapy, mental health, and the quiet work of being human.
Media ini adalah media yang memberi pengetahuan seputar mental health atau Disorder yang jarang diketahui orang-orang terutama kalangan mahasiswa. Media ini juga menjadi rumah bagi mereka yang memiliki disorder tertentu dan menghubungkan mereka ke para ahli yang di inginkan dengan feedback sebuah gambar dari cerita mereka
+62 851-7213-0182
diantarakudankamudanhati@gmail.com
Malang, East Java, Indonesia
Copyright © 2025 All Right Reserved KONSTA