Menyembuhkan Pikiran Lewat Karya: Seni sebagai Ruang Aman Berteduh

MALANG — Kondisi mental memegang peranan yang sangat krusial dalam menentukan bagaimana seseorang menjalani kehidupan sehari-hari. Mulai dari hal-hal kecil seperti bangun pagi, belajar, bekerja, hingga berinteraksi dengan orang lain, semuanya sangat dipengaruhi oleh suasana hati dan kestabilan pikiran. Ketika mental berada dalam kondisi tertekan atau jenuh, aktivitas yang sepele sekalipun bisa terasa sangat berat dan melelahkan untuk dilakukan.

Hal ini dirasakan langsung oleh Jonathan, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Menurut Jonathan, dinamika perkuliahan dan tuntutan hidup sehari-hari tidak jarang memicu tekanan psikologis yang cukup menguras energi. Sayangnya, tidak semua orang memiliki kemampuan verbal yang baik untuk menguraikan emosi yang sedang berkecamuk di dalam kepala. Banyak orang merasa kebingungan saat harus menjelaskan rasa cemas, jengkel, atau sedih yang mereka alami kepada orang lain melalui kata-kata.

Dalam situasi seperti ini, menyampaikan perasaan lewat jalur konvensional sering kali menemui jalan buntu. “Kadang ada momen di mana kita merasa sangat penuh, tapi bingung harus cerita apa dan ke siapa. Di sinilah seni hadir sebagai media alternatif untuk mengekspresikan perasaan secara bebas tanpa perlu takut dinilai atau dihakimi oleh orang lain,” tutur Jonathan. Seni memberikan ruang aman di mana seseorang bisa menjadi dirinya sendiri tanpa perlu memikirkan batasan tata bahasa atau ekspektasi sosial.

Bagi Jonathan, seni tidak sekadar hadir sebagai hobi atau sarana hiburan pengisi waktu luang, melainkan sebuah bentuk katarsis atau pelepasan emosi yang terpendam. Baik itu melalui proses menciptakan sesuatu secara langsung maupun sekadar menjadi penikmat karya, seni terbukti memiliki kekuatan terapeutik yang mampu meredakan ketegangan jiwa.

“Pas lagi jenuh atau stress sama tugas, dengerin lagu favorit atau sekadar bikin karya sederhana itu bisa bikin pikiran ngalih sejenak dari beban yang ada. Kita jadi punya ruang buat refreshing, jadi pas harus balik lagi menghadapi kenyataan, pikiran udah jauh lebih tenang dan jernih,” ungkap Jonathan saat menceritakan pengalamannya mengolah stres.

Secara psikologis, proses keterlibatan dalam kegiatan seni dapat memberikan rasa nyaman dan tenang karena memaksa pikiran untuk fokus pada momen saat ini (here and now). Saat seseorang sedang melukis, menulis puisi, memainkan alat musik, atau bahkan larut dalam alunan lagu, otaknya berhenti sejenak dari kebiasaan buruk memikirkan penyesalan masa lalu maupun mencemaskan hal-hal yang belum terjadi di masa depan. Peralihan fokus inilah yang memberi kesempatan bagi sistem saraf untuk beristirahat dan memulihkan energi yang terkuras.

Seni secara tidak langsung mengajarkan kita untuk menerima emosi tanpa syarat. Ketika warna menetes di atas kanvas atau nada meluncur dari instrumen, tidak ada istilah salah atau benar. Kebebasan penuh dalam berproses inilah yang menghadirkan kehangatan serta kenyamanan emosional bagi siapa saja yang melakukannya.

Jonathan menganggap bahwa menjadikan seni sebagai bagian dari rutinitas harian sangat efektif sebagai langkah awal untuk menjaga kesehatan mental. Seni merupakan bentuk perawatan diri (self-care) yang mudah dijangkau, relatif murah, dan sangat aman untuk menyalurkan energi negatif menjadi sesuatu yang lebih bernilai.

Meski demikian, Jonathan juga memberikan pandangan yang realistis dan bijak terkait batasan peran seni dalam kesehatan mental. Ia menekankan bahwa seni hanyalah salah satu bentuk pertolongan pertama atau media pendukung dalam mengelola emosi harian. Jika tekanan mental yang dirasakan sudah berlarut-larut, sangat mengganggu fungsi hidup harian, atau mengarah pada indikasi depresi berat, maka seni saja tidaklah cukup. Pada titik tersebut, keberanian untuk mencari bantuan profesional dari psikolog atau psikiater tetap menjadi langkah paling tepat dan utama yang harus diambil.



Diantara

A small, independent journal about art therapy, mental health, and the quiet work of being human.

About

Media ini adalah media yang memberi pengetahuan seputar mental health atau Disorder yang jarang diketahui orang-orang terutama kalangan mahasiswa. Media ini juga menjadi rumah bagi mereka yang memiliki disorder tertentu dan menghubungkan mereka ke para ahli yang di inginkan dengan feedback sebuah gambar dari cerita mereka

Contact

+62 851-7213-0182

diantarakudankamudanhati@gmail.com

Malang, East Java, Indonesia

Copyright © 2025 All Right Reserved KONSTA