MALANG — Ersa, mahasiswa psikologi, melihat teman sebaya sebagai salah satu tempat yang sering dipilih seseorang ketika membutuhkan ruang untuk bercerita. Menurutnya, rasa aman dapat muncul ketika hubungan antarteman sudah dekat dan memiliki hubungan yang erat. Rasa aman tersebut juga berkaitan dengan empati, kepercayaan, serta kerahasiaan dalam hubungan pertemanan. Kehadiran teman menjadi salah satu hal yang dibutuhkan ketika seseorang ingin menyampaikan masalah pribadinya.
Menurut Ersa, hubungan yang dekat menjadi salah satu hal yang membuat seseorang merasa aman untuk bercerita kepada teman. Ketika sudah sering berinteraksi dan memiliki hubungan yang erat, kepercayaan juga dapat terjaga. Empati menjadi bagian penting karena seseorang yang membutuhkan tempat bercerita dapat merasa lebih nyaman ketika tidak mendapatkan penghakiman. Selain itu, kerahasiaan dalam hubungan pertemanan juga menjadi bagian dari rasa aman tersebut.
Seseorang terkadang lebih memilih bercerita kepada teman dibandingkan mencari bantuan profesional karena faktor kemudahan akses. Ersa menjelaskan bahwa bantuan profesional membutuhkan proses seperti membuat janji untuk bertemu. Bantuan tersebut juga berkaitan dengan biaya, sedangkan teman sudah berada dalam lingkungan yang dekat dan lebih mudah ditemui. Selain kemudahan akses, seseorang terkadang merasa memiliki pengalaman yang sama dengan teman yang menjadi tempat bercerita.
Menjadi tempat bercerita tidak berarti seseorang harus selalu memberikan jawaban atau solusi. Ketika seseorang datang hanya untuk meluapkan perasaan, Ersa menyarankan pendengar menerapkan active listening atau mendengarkan secara aktif. Salah satu caranya adalah menggunakan reflective listening, yaitu memantulkan kembali emosi dan isi cerita yang disampaikan. Respons seperti “pasti berat banget ya menghadapi situasi kayak gini” atau “aku paham kenapa kamu merasa kecewa” dapat digunakan untuk menunjukkan pemahaman.
Keinginan untuk langsung memberikan saran juga sebaiknya tidak menjadi respons pertama ketika seseorang sedang bercerita. Ersa menyarankan pendengar bertanya terlebih dahulu mengenai apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh orang tersebut. Pendengar dapat menanyakan apakah ia hanya ingin didengarkan dan ditemani atau membutuhkan sudut pandang maupun solusi. Dengan begitu, pendengar dapat mengetahui bentuk respons yang diharapkan sebelum memberikan pendapat.
Menurut Ersa, mendengarkan tidak hanya dilakukan melalui kata-kata. Kontak mata dan bahasa tubuh yang hangat juga dapat diberikan ketika seseorang sedang bercerita dan membutuhkan teman untuk mendengarkan. Sikap tersebut menjadi bagian dari cara menunjukkan kehadiran kepada orang yang sedang menyampaikan ceritanya. Namun, pendengar juga tetap perlu memperhatikan kondisi dirinya sendiri ketika memberikan ruang kepada orang lain.
Ketika kapasitas emosional sedang penuh, Ersa menyarankan seseorang untuk mengatakan dengan jujur bahwa dirinya peduli tetapi membutuhkan waktu sebelum dapat mendengarkan secara utuh. Menurutnya, batas diri tetap perlu dihargai ketika seseorang menjadi tempat bagi cerita orang lain. Kepedulian terhadap teman tetap dapat disampaikan tanpa memaksakan diri untuk selalu tersedia. Dengan demikian, mendengarkan juga membutuhkan perhatian terhadap kapasitas diri sendiri.
Rasa aman dalam hubungan pertemanan, menurut Ersa, berkaitan dengan kedekatan, empati, kepercayaan, kerahasiaan, dan tidak adanya penghakiman. Ketika seseorang datang untuk bercerita, pendengar tidak selalu harus memberikan solusi. Mendengarkan secara aktif dan memahami emosi yang disampaikan dapat menjadi salah satu bentuk respons. Di saat yang sama, pendengar tetap perlu mengetahui batas dirinya ketika menjadi tempat bagi cerita orang lain.
A small, independent journal about art therapy, mental health, and the quiet work of being human.
Media ini adalah media yang memberi pengetahuan seputar mental health atau Disorder yang jarang diketahui orang-orang terutama kalangan mahasiswa. Media ini juga menjadi rumah bagi mereka yang memiliki disorder tertentu dan menghubungkan mereka ke para ahli yang di inginkan dengan feedback sebuah gambar dari cerita mereka
+62 851-7213-0182
diantarakudankamudanhati@gmail.com
Malang, East Java, Indonesia
Copyright © 2025 All Right Reserved KONSTA