MALANG —Marsya (22), seorang mahasiswi tingkat akhir jurusan Keperawatan dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memilih menghabiskan paginya di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ijen, Malang, pada Senin, 28 September 2026. Kehadirannya di acara tersebut bukan tanpa alasan, melainkan untuk sekadar jalan-jalan santai sambil refreshing di tengah hiruk-pikuk keramaian warga. Sebagai perwakilan dari Generasi Z dengan rentang usia mahasiswa, ia sangat membutuhkan ruang untuk mengalihkan pikiran agar kembali rileks. Kegiatan yang santai ini pun dipilihnya sebagai sarana rehat sejenak yang aman dan mudah diakses oleh mahasiswa di domisili Kota Malang.
Saat menyusuri area CFD di Jalan Ijen tersebut, pandangan Marsya tertuju pada berbagai aktivitas pertunjukan yang menurutnya menarik. Ia mengaku sangat terhibur ketika melihat adanya penampilan marching band, kekompakan rombongan gerak jalan, serta antusiasme warga di senam Zumba. Pemandangan yang seru ini secara perlahan mampu mengurai beban pikirannya yang menumpuk akibat banyaknya tugas kuliah seminggu terakhir. Baginya, melihat kebahagiaan sederhana dari orang-orang sekitar turut menularkan rasa senang yang ampuh menjadi penawar stres.
Sebagai mahasiswi yang berada di ujung masa studi, Marsya tidak menampik bahwa tuntutan untuk cepat-cepat lulus sering kali memicu tumpukan beban pikiran. Tekanan untuk segera merampungkan pendidikan ini sering kali membuatnya merasa kewalahan dalam mengatur waktu dan menata emosinya sebagai anak muda. Meskipun begitu, ia amat menyadari bahwa mengabaikan kesehatan mental demi mengejar target akademik justru akan berdampak buruk pada dirinya. Oleh karena itu, ia memutuskan bahwa suasana rekreasi pada pagi hari sangat dibutuhkannya untuk memberikan ruang bernapas bagi jiwanya.
Menghadapi hari-hari penuh tekanan ini memang tidak mudah, namun Marsya memiliki pesan tersendiri untuk menguatkan mentalnya agar tetap stabil. Ketika merenungkan kalimat apa yang ingin ia sampaikan kepada dirinya sendiri setelah lelah bertahan, ia dengan tegas berpesan agar pantang menyerah. Kalimat afirmasi positif tersebut menjadi kekuatan yang selalu dipegangnya setiap kali merasa lelah dalam menghadapi tumpukan tugas jurusannya. Ia percaya bahwa setiap langkah lelah yang dirasakannya saat ini pada akhirnya akan membawanya menuju kelulusan yang diidamkan.
Tidak hanya menyemangati dirinya sendiri, gadis yang pada dasarnya menyukai keramaian ini juga menyampaikan pesan hangat bagi sesama Generasi Z. Ia mengerti bahwa banyak anak muda seusianya yang saat ini sedang bergelut dengan rasa cemas atau stres di rutinitas harian mereka. Marsya menyarankan kepada audiens sebayanya untuk tidak ragu mencari sarana refreshing yang menarik guna melepaskan penat sejenak dari berbagai masalah. Salah satu cara yang direkomendasikannya adalah berkunjung ke tempat-tempat di sepanjang Jalan Ijen yang dipenuhi banyak orang dan kegiatan seru agar pikiran kembali segar.
Menurut pengalaman pribadinya pada pagi tersebut, berbaur dengan banyak orang bisa menjadi ruang terapi visual yang sangat membantu memulihkan energi. Ia berharap pesannya ini menjadi bentuk empati bahwa mengambil jeda istirahat bukanlah pertanda bahwa seseorang lari dari masalah. Sebaliknya, langkah mencari hiburan di tempat umum tersebut merupakan wujud mencintai diri sendiri agar kembali siap merajut arah baru. Pada akhirnya, menemukan titik ketenangan untuk pikiran yang numpuk adalah hak setiap mahasiswa dalam menjaga batas kewarasan mereka.
A small, independent journal about art therapy, mental health, and the quiet work of being human.
Media ini adalah media yang memberi pengetahuan seputar mental health atau Disorder yang jarang diketahui orang-orang terutama kalangan mahasiswa. Media ini juga menjadi rumah bagi mereka yang memiliki disorder tertentu dan menghubungkan mereka ke para ahli yang di inginkan dengan feedback sebuah gambar dari cerita mereka
+62 851-7213-0182
diantarakudankamudanhati@gmail.com
Malang, East Java, Indonesia
Copyright © 2025 All Right Reserved KONSTA