MALANG — Mandi, makan, tidur, dan menjaga kebersihan kamar merupakan bagian dari rutinitas yang hampir selalu dilakukan tanpa banyak dipikirkan. Karena terlihat sederhana, perubahan pada kebiasaan tersebut sering kali dianggap sebagai hal biasa.
Padahal, ketika aktivitas yang sebelumnya dilakukan secara rutin mulai berubah dan berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan. Perubahan dalam keseharian dapat berkaitan dengan kondisi mental seseorang yang sedang tidak baik-baik saja.
Lailia Rahmadanti, lulusan Psikologi Universitas Negeri Malang, mengatakan kegiatan sehari-hari yang dianggap sepele dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan mental. Ia mencontohkan kebiasaan tidur terlalu larut, pola makan yang kurang baik, hingga mulai jarang mandi.
“Kayak misal contoh: tidur begadang, terus pola makan yang kurang baik, terus kayak jarang mandi, gitu-gitu. Itu sebenarnya hal remeh, tapi lama-kelamaan itu tuh bisa berpengaruh gitu lho sama kondisi kesehatan mental kita,” ujar Lailia.
Menurut Lailia, kondisi mental seseorang terkadang dapat terlihat dari bagaimana ia menjalani kehidupan sehari-hari. Pola tidur yang berantakan atau kebiasaan menjaga diri yang mulai terabaikan menjadi beberapa perubahan yang dapat diamati.
Hal tersebut bukan berarti satu kali tidur larut atau melewatkan waktu makan langsung menunjukkan adanya masalah mental. Yang menjadi perhatian adalah ketika perubahan tersebut mulai berulang dan mengganggu siklus kehidupan sehari-hari.
“Orang-orang yang punya kondisi mental yang kurang baik, itu tuh bisa dilihat dari kehidupan dia sehari-hari,” kata Lailia.
Rutinitas kemudian menjadi bagian yang penting untuk diperhatikan karena perubahan di dalamnya dapat terjadi secara perlahan. Seseorang mungkin tidak langsung menyadari bahwa kebiasaannya telah berubah. Ia hanya merasa sedang malas, lelah, atau tidak memiliki keinginan untuk melakukan aktivitas yang biasanya dikerjakan.
Padahal, jika kondisi tersebut terus berlangsung, aktivitas dasar pun dapat ikut terdampak.
Lailia juga menyinggung bahwa persoalan sehari-hari tidak hanya berkaitan dengan aktivitas fisik. Cara seseorang mengelola emosi juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Menahan emosi, misalnya, dapat dianggap sebagai hal yang biasa dilakukan. Namun, ketika seseorang terus memendam perasaan tanpa mengelolanya dengan baik, hal tersebut dapat memengaruhi kondisi dirinya.
Pengalaman Anisa Iskandar memperlihatkan bahwa kondisi seseorang tidak selalu mudah dipahami hanya dari apa yang terlihat oleh orang lain.
Anisa, yang mengalami anxiety dan depresi disorder, mengatakan salah satu perubahan yang ia rasakan setelah melalui pengalaman tersebut adalah cara dirinya memperlakukan diri sendiri. Ia mulai menyadari bahwa selama ini dirinya terlalu sering memikirkan kesenangan orang lain.
“Saya jauh lebih mikirin kesenangan orang lain dibanding kesenangan diri saya sendiri,” ujar Anisa.
Sebelumnya, ia merasa sulit menolak ajakan orang lain karena khawatir akan ditolak atau ditinggalkan. Setelah melalui berbagai pengalaman, ia mulai memberikan perhatian lebih kepada kebutuhannya sendiri.
“Ya apa salahnya kalau saya mementingkan diri saya sendiri dulu dibanding orang lain,” katanya.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perubahan dalam diri seseorang tidak selalu hadir dalam bentuk yang mudah dikenali. Ada perubahan yang muncul melalui kebiasaan, sementara perubahan lain dapat terlihat dari cara seseorang mengambil keputusan dan memperlakukan dirinya.
Karena itu, perubahan kecil dalam keseharian tidak seharusnya langsung dianggap sebagai sesuatu yang tidak penting. Namun, perubahan tersebut juga tidak dapat digunakan begitu saja untuk menentukan kondisi mental seseorang.
Lailia menekankan bahwa kehidupan sehari-hari dapat menjadi salah satu hal yang diperhatikan ketika seseorang merasa ada sesuatu yang berbeda dari biasanya. Tidur, makan, kebersihan diri, hingga cara mengelola emosi merupakan bagian dari keseharian yang dapat diamati.
Perhatian tersebut bukan berarti setiap perubahan harus diberi label tertentu. Seseorang bisa saja mengalami perubahan rutinitas karena banyak alasan. Namun, ketika perubahan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari dan berlangsung secara terus-menerus, kondisi itu dapat menjadi alasan untuk berhenti sejenak dan memperhatikan diri.
Dengan begitu, menjaga kesehatan mental tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, perhatian justru dapat dimulai dari hal yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dari waktu tidur yang mulai berubah, kebiasaan makan yang tidak lagi teratur, kebersihan diri yang mulai terabaikan, hingga cara seseorang menghadapi emosinya sendiri.
Hal-hal tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika perubahan mulai menjadi pola, keseharian dapat menjadi salah satu ruang pertama untuk menyadari bahwa ada sesuatu dalam diri yang sedang membutuhkan perhatian.
A small, independent journal about art therapy, mental health, and the quiet work of being human.
Media ini adalah media yang memberi pengetahuan seputar mental health atau Disorder yang jarang diketahui orang-orang terutama kalangan mahasiswa. Media ini juga menjadi rumah bagi mereka yang memiliki disorder tertentu dan menghubungkan mereka ke para ahli yang di inginkan dengan feedback sebuah gambar dari cerita mereka
+62 851-7213-0182
diantarakudankamudanhati@gmail.com
Malang, East Java, Indonesia
Copyright © 2025 All Right Reserved KONSTA