Art Therapy - Story Telling

“Overthinking” Ketika Pikiran Tidak Pernah Benar-Benar Beristirahat

Halo Sobat Antares!

MALANG — Hampir setiap orang pernah memikirkan suatu masalah berulang kali. Mempertimbangkan pilihan, mengevaluasi keputusan, atau mengantisipasi risiko merupakan hal yang wajar. Namun, ketika pikiran terus berputar tanpa menghasilkan solusi dan justru menimbulkan kecemasan, kondisi tersebut sering disebut sebagai overthinking.

 

Di tengah berbagai tuntutan kehidupan modern, overthinking menjadi fenomena yang semakin banyak dialami, terutama oleh generasi muda. Mulai dari memikirkan masa depan, hubungan pertemanan, prestasi akademik, hingga hal-hal kecil yang sebenarnya sudah berlalu, semuanya dapat menjadi sumber kekhawatiran yang terus berulang di dalam kepala.

 

Sekilas, overthinking terlihat seperti bentuk kehati-hatian. Namun jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini dapat mengganggu kesehatan mental dan kualitas hidup seseorang.

Ketika Pikiran Terjebak dalam Skenario yang Belum Terjadi

Salah satu ciri utama overthinking adalah kecenderungan memikirkan berbagai kemungkinan yang bahkan belum tentu terjadi. Seseorang bisa menghabiskan waktu berjam-jam memikirkan hasil dari suatu keputusan, membayangkan kegagalan, atau mengkhawatirkan penilaian orang lain.

 

Akibatnya, energi mental terkuras untuk menghadapi masalah yang sebenarnya belum ada. Pikiran terus sibuk mempersiapkan diri terhadap berbagai skenario buruk hingga sulit menikmati kondisi yang sedang dijalani saat ini.

 

Banyak orang mengira bahwa semakin lama mereka memikirkan sesuatu, semakin baik pula solusi yang akan ditemukan. Padahal dalam banyak kasus, overthinking justru membuat seseorang semakin bingung dan sulit mengambil keputusan.

Mengapa Overthinking Sering Terjadi?

Ada banyak faktor yang dapat memicu overthinking. Salah satunya adalah rasa takut melakukan kesalahan. Banyak orang ingin memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil adalah keputusan terbaik sehingga mereka terus mempertimbangkan berbagai kemungkinan tanpa henti.

 

Selain itu, tekanan sosial juga berperan besar. Di era media sosial, seseorang dapat dengan mudah melihat pencapaian dan kehidupan orang lain. Hal tersebut sering memunculkan pertanyaan mengenai apakah dirinya sudah berada di jalur yang tepat atau belum.

 

Ketidakpastian mengenai masa depan juga menjadi pemicu yang umum. Ketika seseorang tidak memiliki jawaban pasti mengenai apa yang akan terjadi, pikirannya cenderung mencoba mengisi kekosongan tersebut dengan berbagai asumsi dan kekhawatiran.

Dampaknya terhadap Kehidupan Sehari-hari

Tidak semua aktivitas berpikir merupakan overthinking. Berpikir membantu seseorang menganalisis situasi dan mencari solusi. Sebaliknya, overthinking sering kali hanya berputar pada masalah yang sama tanpa menghasilkan tindakan nyata.

 

Karena itu, penting untuk mengenali perbedaannya. Jika suatu pemikiran tidak membawa seseorang pada langkah yang lebih jelas dan hanya menimbulkan kecemasan, mungkin yang sedang terjadi bukan proses mencari solusi, melainkan kekhawatiran yang berlebihan.

 

Menyadari hal tersebut menjadi langkah awal untuk mengurangi kebiasaan overthinking.

Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi overthinking adalah mengalihkan perhatian pada hal-hal yang berada dalam kendali diri sendiri.

 

Masa depan tidak dapat dipastikan sepenuhnya. Pendapat orang lain juga tidak selalu bisa dikendalikan. Namun seseorang dapat mengendalikan usaha, sikap, dan keputusan yang diambil hari ini.

 

Dengan berfokus pada tindakan nyata, pikiran memiliki arah yang lebih jelas dibanding terus terjebak dalam berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi.

 

Aktivitas seperti menulis jurnal, berolahraga, melakukan hobi, atau berbicara dengan orang terpercaya juga dapat membantu mengurangi beban pikiran yang berlebihan.

Tidak Semua Pertanyaan Harus Dijawab Hari Ini

Pada akhirnya, kehidupan memang penuh dengan ketidakpastian. Tidak semua masalah memiliki jawaban yang bisa ditemukan dalam satu malam. Tidak semua keputusan dapat dipastikan hasilnya sejak awal.

 

Menerima kenyataan bahwa beberapa hal membutuhkan waktu sering kali menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mental. Alih-alih terus memikirkan semua kemungkinan, seseorang dapat belajar memberikan ruang bagi dirinya untuk menjalani proses yang ada.

 

Karena terkadang, yang membuat seseorang lelah bukanlah masalah yang sedang dihadapi, melainkan pikiran yang terus berusaha mengendalikan hal-hal yang sebenarnya berada di luar kendalinya.

 

Dan mungkin, ketenangan tidak selalu datang ketika semua pertanyaan telah terjawab, tetapi ketika seseorang mulai menerima bahwa tidak semua jawaban harus ditemukan hari ini.

Diantara

A small, independent journal about art therapy, mental health, and the quiet work of being human.