Pameran Mini Fest Wastra dan Seni di Malang Hadirkan Ruang "Art Healing" bagi Mahasiswa

Suasana di dalam ruangan ketika para peserta sedang berdiri menyimak arahan pemateri di depan meja yang dipenuhi botol, kuas, dan cat akrilik. (Foto: DIANTARA/Tim Jurnalis)

MALANG — Pameran kolaboratif bertajuk Mini Fest Wastra dan Seni resmi menutup rangkaian kegiatannya di Pinoa Creative Space, Jalan Soekarno-Hatta, Malang, pada Minggu (20/9). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak Jumat (18/9) tersebut diselenggarakan sebagai respons terhadap tingginya tekanan mental dan stres akademik yang kerap dihadapi mahasiswa di Kota Malang.

Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara pihak manajemen Pinoa dan galeri seni Cell Art Space di bawah naungan manajemen By Pondasi. Inisiator acara sekaligus Art Director Cell Art Space, Mas Santos, menyampaikan bahwa pameran seni sengaja dihadirkan di ruang publik agar mudah dijangkau anak muda sebagai media pemulihan diri (art healing).

“Kesenian itu harus dipantik. Jika ada keresahan, kuncinya berani bersuara dan bercerita terlebih dahulu ke lingkaran terdekat, jangan dipendam sendiri. Seni menjadi salah satu sarana terapi paling sederhana sebelum seseorang membutuhkan bantuan profesional ke psikolog atau psikiater,” ujar Santos di sela kegiatan, Minggu (20/9).

Pada hari pertama, rangkaian acara dibuka melalui kolaborasi bersama teman-teman disabilitas dari Yayasan Anak Bangsa, penampilan musik etnik, demonstrasi melukis langsung (live painting) oleh seniman Arik Art dan Anang Nofyanto, serta pameran produk UMKM lokal.

Memasuki hari kedua, kegiatan diisi dengan jalan sehat pagi, diskusi pelestarian bersama Asosiasi Batik, sesi fotografi, serta panggung hiburan yang menghadirkan komedi tunggal (stand-up comedy) dan alunan musik keroncong.

Festival tersebut kemudian ditutup pada hari ketiga melalui lokakarya penulisan jurnal (journaling) serta melukis botol parfum (painting on scent) bertema “Rumah” yang berkolaborasi dengan jenama kosmetik Wardah.

Perwakilan tim pemasaran Pinoa, Andrian, menambahkan bahwa momentum acara ini bertepatan dengan perubahan identitas (rebranding) ruang kreatif mereka yang sebelumnya bernama Dominance. Pihaknya berkomitmen untuk terus membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya bagi komunitas seni, kebugaran, maupun kalangan mahasiswa di Kota Malang.

Salah satu peserta lokakarya asal Universitas Negeri Malang (UM), Nabila Ramadani, mengaku merasakan dampak positif usai mengikuti sesi melukis botol parfum. Menurutnya, aktivitas tersebut menjadi media pelepasan stres (stress release) yang efektif sebelum kembali berhadapan dengan rutinitas perkuliahan.

Diantara

A small, independent journal about art therapy, mental health, and the quiet work of being human.

About

Media ini adalah media yang memberi pengetahuan seputar mental health atau Disorder yang jarang diketahui orang-orang terutama kalangan mahasiswa. Media ini juga menjadi rumah bagi mereka yang memiliki disorder tertentu dan menghubungkan mereka ke para ahli yang di inginkan dengan feedback sebuah gambar dari cerita mereka

Contact

+62 851-7213-0182

diantarakudankamudanhati@gmail.com

Malang, East Java, Indonesia

Copyright © 2025 All Right Reserved KONSTA