MALANG — Hai, Antares. Seperti yang kita tau, dari tahun ke tahun banyak hari-hari yang bisa kita rayakan, seperti hari raya, hari idul adha, tahun baru, dll. Nah dalam beberapa perayaan, adanya satu perayaan yang bisa berupa gerakan.
Hampir mirip dengan kampanye, gerakan tersebut mendorong agar orang-orang dapat lebih menyadari adanya insiden tersebut.
Salah satu gerakan baru yang ada pada September ini adalah gerakan bernama ‘Suicide Prevention Month’. Setiap pada bulan September, NAMI (National Alliances on Mental Illness) mengakui Suicide Prevention Month sebagai waktu untuk membangun kesadaran, menyebarkan harapan, memberi corakan indah bagi mereka yang sedang mengalami kesusahan.
Merasa capek dan lesu bukanlah hal yang baru bagi mahasiswa. Banyak tugas-tugas, project, deadline yang harus diperhatikan. Untuk menjaga kestabilan emosional dalam keseharian bukanlah hal yang mudah. Jadi tidak heran jika banyak korban bunuh diri itu mahasiswa.
Namun terlepas dari semua itu, ada juga beberapa alasan mengapa mahasiswa bisa bertahan hingga sampai detik ini.
Fyo, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi, mengatakan bahwa mahasiswa dapat bertahan karena adanya dukungan orang tua.
“Karena dukungan orang tua sangat penting untuk, uh.., kewarasan ya, kewarasan mahasiswa jaman sekarang.”
Dia beranggapan bahwa ada andil dari orang tua menjadi salah satu alasan penting. Baginya, adanya sosok orang tua bisa menjadi pilar harapan agar menjadi lebih semangat untuk belajar.
“Karena tanpa ada dukungan orang tua, uh.., kita sebagai mahasiswa juga akan berat untuk menjalankan kuliah kita apalagi menjadi perantau. “ Lanjutnya Fyo,
Demi pendidikan yang ditempuh, Fyo merelakan kenyamanannya dan pergi merantau. Tidak sekali dua kali dia terkena masalah, entah itu masalah internal atau eksternal. Tidak heran jika ia pernah mengalami stres. Menurutnya salah satunya cara agar mengatasi hal tersebut adalah dengan memberi kabar dan bercerita hari-harinya, serta terbuka terhadap orang tuanya. Karena menurutnya, peran orang tua yaitu dapat mendukungnya hingga menjadi lebih baik.
Bukan hanya orang tua saja, figure lain juga bisa menjadi salah satu alasan.
“Dukungan pasangan dan teman-teman disekitar itu sangat mempengaruhi, karena kalo ada teman ataupun orang di lingkungan kita toxic, pasti itu akan membuat mental kita jelek dan berantakan pada kuliah kita.”
Dia menambahkan adanya figur pasangan dan teman sebagai pendukung di saat hari-hari stres juga bisa menjadi penghalangnya hari hancur. Itu pun juga bisa berdampak kepada kestabilan emosional orang. Jika orang-orang di sekitar dia toxic, itu juga bisa mempengaruhi rutinitas perkuliahan.
“Jadi, kita harus benar-benar memilih teman untuk bergaul saat kuliah.”
Pada akhirnya, menghadapi tekanan sebagai mahasiswa bukanlah sesuatu yang harus dilakukan seorang diri. Dukungan dari orang tua, pasangan, teman, maupun lingkungan yang sehat dapat menjadi bagian penting dalam membantu seseorang melewati masa-masa sulit. Berani bercerita, terbuka mengenai apa yang dirasakan, dan mencari bantuan ketika diperlukan juga merupakan langkah untuk menjaga diri tetap bertahan.
Melalui Suicide Prevention Month yang diperingati setiap September, kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental diharapkan tidak berhenti pada satu bulan saja. Sebab, di balik hari-hari perkuliahan yang melelahkan, setiap mahasiswa memiliki cerita dan perjuangannya masing-masing. Terkadang, satu dukungan sederhana, satu percakapan, atau satu orang yang mau mendengarkan dapat menjadi alasan seseorang untuk terus melangkah.
A small, independent journal about art therapy, mental health, and the quiet work of being human.
Media ini adalah media yang memberi pengetahuan seputar mental health atau Disorder yang jarang diketahui orang-orang terutama kalangan mahasiswa. Media ini juga menjadi rumah bagi mereka yang memiliki disorder tertentu dan menghubungkan mereka ke para ahli yang di inginkan dengan feedback sebuah gambar dari cerita mereka
+62 851-7213-0182
diantarakudankamudanhati@gmail.com
Malang, East Java, Indonesia
Copyright © 2025 All Right Reserved KONSTA